Poltekkes Kemenkes Pontianak Bangun Kolaborasi Internasional untuk Restorasi Mangrove, Haji Widodo: Gerakan Ini Harus Berlanjut!

Penggagas Pelangi Kapuas Park, Haji Widodo, tak henti-henti berkomitmen untuk terus merawat lingkungan, kali ini ia melakukan kolaborasi dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Pontianak yang melibatkan akademisi internasional dalam upaya menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove di Kalimantan Barat.

Redaksi 24 Jam - Redaktur
2 Min Read
Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang digelar Poltekkes Kemenkes Pontianak di kawasan Pelangi Kapuas Park, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (23/9/2026).

KUBU RAYA – Penggagas Pelangi Kapuas Park, Haji Widodo, tak henti-henti berkomitmen untuk terus merawat lingkungan, kali ini ia melakukan kolaborasi dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan  (Kemenkes) Pontianak yang melibatkan akademisi internasional dalam upaya menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove di Kalimantan Barat. 

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional yang digelar Poltekkes Kemenkes Pontianak di kawasan Pelangi Kapuas Park, Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan berupa penanaman bibit mangrove tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pontianak International Health Conference (PIHC) ke-5 Tahun 2026, dengan mengangkat tema “Global Collaboration: Mangrove Restoration for a Healthy and Sustainable Community.”

Kolaborasi ini melibatkan akademisi dari University of Newcastle, Australia, yaitu Prof. Christopher Scarlettdan Dr. Penta Pristijono, bersama Poltekkes Kemenkes Pontianak serta sejumlah unsur pemerintah dan masyarakat.

- Advertisement -

Haji Widodo mengatakan, keterlibatan akademisi internasional dalam kegiatan restorasi mangrove menjadi langkah positif untuk memperluas kerja sama dan pertukaran pengetahuan dalam menjaga lingkungan.

“Ini bukan hanya tentang menanam mangrove. Ini adalah bagaimana kita membangun kolaborasi dan kesadaran bersama bahwa lingkungan harus kita jaga untuk kesehatan dan keberlanjutan masyarakat,” ujar Widodo.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting bagi kawasan pesisir, sehingga upaya pelestariannya perlu dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, serta mitra internasional.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dapat dilanjutkan melalui penelitian, edukasi masyarakat, dan program restorasi mangrove yang berkelanjutan.

“Kita berharap kolaborasi ini terus berlanjut. Apa yang kita tanam hari ini bukan hanya bibit mangrove, tetapi juga komitmen untuk menjaga lingkungan dan mewariskan ekosistem yang sehat kepada generasi berikutnya,” katanya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya pemerintah daerah, masyarakat setempat, kelompok pelestari lingkungan, serta pihak terkait lainnya. 

Share This Article
Redaktur
Follow:
bersuara24jam.com merupakan media berita independen yang berkomitmen menyuarakan fakta, keadilan, dan kepentingan publik. Kami bekerja 24 jam untuk menghadirkan jurnalisme yang kritis, berpihak pada kebenaran, dan dekat dengan realitas warga.
Leave a Comment